AKU, KAMU, DAN KITA
Aku…
Aku Fitry
hadir dari keluarga yang sederhana, penuh dengan kasih sayang dan kebahagiaan.
Ada 2 sosok yang paling berharga dalam hidup ku, yaitu kedua orang tuaku,,,
yang aku panggil sebagai mama dan tetta. Aku anak ke 2 dari 4 bersaudara,
dari dulu aku paling suka menghayal dan memimpi kan hal-hal yang aku ingin
gapai dimasa depan dan kadang aku memimpikan hal-hal yang membuat ku nyaman
dalam menjalani hari-hariku. Sebuah harapan muncul dalam mimpi tersebut yang
kadang ku anggap seperti nyata!!!,,,
Hari demi hari ku lalui,,,
Meninggalkan orang tua, saudara
dan teman-teman, itu ku lakukan demi study ku yang berada pada tempat berbeda
dengan tempat tinggalku. Aku tinggal di Makassar selama aku lahir hingga aku
tamat SMK, dan sekarang aku melanjutkan study ku di perguruan tinggi politeknik
pertanian negeri pangkep yang berada di
mandalle kab. Pangkep…
Pengalaman pertama yang aku jalani tanpa mereka keluarga ku. . .
“jren, jren,
jren…”!!!!..................
Alarm membangunkan ku dari mimpi
indah ku,,, segera ku beranjak dari tempat tidur, bergegas mandi dan siap-siap ke kampus. Aku sekarang berada pada semester
4,,, yang katanya semester 4 itu nggak terlalu muluk-muluk untuk di jalanin.
Yah,,, bgtulah ucapan dari senior yang telah mengalami semester 4 ini… ku
jalani setiap langkah kaki yang mengarahkan ku untuk tetap melangkah maju. Aku
menikmati setiap apa yang aku dapatkan dan aku lalui yang tinggal jauh dari
orang tua ku.
Akupun meninggalkan asrama dan
menuju ke kampus tercinta dan ku katakan SELAMAT PAGI J pada DUNIA ku…ku
nikmati setiap langkahku dan ku pandang setiap sudut kampus…
. selamat pagi!!! ”aku kaget,,, spontan ku terdiam dan merajuk risih kepadanya”.
. ahhh, april. Bikin kaget
ajah!.” Dia teman ku,yang aku kenal sejak semester awal
sampai sekarang ialah teman baik ku april. April sosok yang perhatian,
inisiatif dan humoris, dia juga pandai dalam mata kuliah”.
. iya deh,,, sorry J
. pril makan yuk,,, lapar ni!!! “ucapanku dengan nada manja”
. ok deh,,,” kami berjalan bersama, tiap di kampus kami selalu berdua,
masuk kuliah bareng, makan bareng kadang masuk ke wc pun bareng J … hahahaha”.
. makan apa fit???
. seperti biasa aja pril,,, “sambil memesan makanan untuk kami berdua”
Aku mendengar music sambil membaca
cerpen tepat dimeja makan sambil menunggu april. Aku senang baca cerpen dan
menulis cerpen hasil rangkaian kata-kata yang ku balut dan kususun dengan rapi.
Menikmati makanan sambil sesekali
kami bercerita tentang cowo yang mampu menarik perhatian april. “april mempunyai cowo yang dari SMA dia pacari sampai
sekarang. Namanya doni,,, doni sosok yang paling membuat april terkagum sampai
saat ini”. Mereka langgeng,,, ya,,, senang sih
liat teman senang…. Hah lupakan itu kisah mereka,,,
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Setelah makan, kami bergegas
masuk kelas! Ohhh iya,,, kelas kami itu nggak
seperti kelas pada umumnya yang berisikan kursi yang tersusun rapi. Kelas kami
susunan meja dan kursinya itu saling berhadapan, jadi sangat jelas kalau kami
dapat memandang satu sama lain.
Aku duduk bersebelahan dengan
april.
. fit??? “ sapanya”.
. iya,,,”sapaan
dari cowo yang aku kenal dari semester awal yang bernama putra”.
. kamu punya tugas yang
kemarin??? “berbicara sambil memandangku sejenak”.
. iya, kenapa??? “nada sok bingung”.
. aku boleh liat??? “berbicara dengan nada pelan, pandangan seola-ola bukan aku
yang dia temani bicara”.
Aku
heran mengapa dia tidak ingin menatap ku??? Pertanyaan itu sering muncul dalam
benak ku. Ku bertanya pada diri sendiri. Entah??? Aku sendiripun bingung.
. boleh,,, ni!!!”kuserahkan sambil ku tatap dia, yang mengalihkan pandangannya
dariku dan bergegas pergi dari hadapanku”.
Setelah proses pembelajaran
selesai. Aku langsung pulang ke asrama dan melakukan aktivitas seperti biasa
aku lakukan.
Aku
terdiam, sambil melamun dan memikirkan sikap dia yang berubah begitu cepat.
Kenapa, mengapa, bagaimana???
…
kenapa dia???
…
mengapa dia???
…
bagaimana dia???
Itu
yang selalu aku tanyakan pada diri sendiri!!!.
Dulu kami begitu dekat, saling
menyapa, bercanda dan berbagi cerita. Tak ada namanya malu saling menatap.
Tapi,,, entah semua telah berbeda!!! Dia seakan jauh, jauh dari sudut pandang
ku……………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Handpone ku bergetar menandakan
ada pesan yang masuk. “serentak lamunan dan segala pertanyaan dalam benak ku
hilang”.
Ku ambil handpone ku yang
terletak di atas tempat tidur,,, “ku harap itu pesan dari dia,,, semoga ,,,
semoga,,, semoga dia”. kemudian ku buka
pesan secara perlahan dan kubaca…….
Ternyata dari TELKOMSEL… ahhh bodohnya aku yang berharap pesan itu darinya. J
L
Cinta,,,
Entah??? Sekedar suka atau kagum, aku bingung :/ !!! ada saat dimana
aku tak menganggapnya lebih, ada saat dia begitu ku anggap. Dari sikapnya yang
seakan begitu dekat penuh dengan perhatian dan tanda Tanya???
Semenjak aku mulai memikirkannya, mengenang sikap dan chatnya di medsos
setahun, sebulan dan sehari yang lalu. aku seakan berada di sekitarnya. Dimana
kita tak penah merasa jauh,,,,
Lanjut,,,
Seperti biasa aku meninggalkan
asrama dan melangkah ke kampus ditemani oleh april. Kami berjalan bersama
memasuki kelas dan duduk bersebelahan lagi, tak ada kata bosan saat kita
bersama. “kita teman, sahabat, saudara bahkan kita
merasa seperti keluarga”. Itulah kami dengan sikap yang penuh dengan
kekonyolan. Kita jalanin dengan penuh suka maupun duka bersama.
. putra??? “nada memanggil dari sisi,,, cewe yang penuh dengan agresif,
cantik, dan pandai”.
. iya,,,”nada
menjawab,,, dengan spontan”.
. kerja tugas bareng, ,,!!!kamu
mau??? “sambil mendekat ke putra dan berusaha
meyakinkan putra”.
. mmmm,,, “tiba-tiba mengarahkan pandangannya kearah ku dengan diam dan
percaya diri,,, pandangannya yang begitu dingin dengan senyum”.
. put??? Mau ya.”nada manja”.
. oklah,,,”spontan menjawab,,, dan kembali bercerita dengan sisi”.
Ahhhhh,,,, rasanya senang ketika dia memandangku.
Semenjak
ada sisi dan teman-teman yang lain, dia seakan jauh, kaku, dingin dan cuek di
kelas. Aku heran,,, ada apa???
Sisi adalah teman dari kecilnya
dulu sekaligus sepupu putra. Mereka dekat,,, dulu sisi tak sekampus dengan aku dan putra. Tapi semenjak semester
berganti sisi sekampus dengan ku. Sisi mempunyai teman yang bernama leli,,, “leli sosok yang begitu baik, pendiam, dengan style yang
menurutku lumayan bagus”.
Lanjut,,,
Aku dan april segera keluar kelas
dan menuju ke perpustakaan. Jika ada waktu luang, aku bersama april sering
berada di perpus, kami baca buku sambil dengar music disana. Suasana paling damai,,, ya perpus J!!!!!...............
. fit,,, balik yuk???
. emang kenapa??? “sambil menatap april dengan muka bingung”
Putra lewat di hadapan kami,,, “spontan aku kaget, tatapan ku kearah april kini menuju ke
arah putra sambil tersenyum”. “ahhh putra buat
ku merasa terpesona,,, (ucapku dalam hati)”.
. mmmm,,, fit,,, fit,,, fitri? “nada agak keras,,, hingga mengagetkanku”.
. ya pril?”masih dengan muka bingung dengan senyum di sela-sela bibir”.
. kamu, masih bisa senyum ya
fit?. Sementara aku yang sedari tadi memanggil mu dan mengajak mu balik. Malah
kamu diamin gini?”nada risih dengan espresi manyun
seraya wajah cewe yang lagi ngambek ke pasangannya”.
. hei,,, sorry. Jangan ngambek
gitu dong. Ok… ayo balik “nada pelan sambil senyum dan
berusaha membuat april tenang”.
. dasar kamu ya fit,,, kamu tuu
kalau sedang ngeliatin putra. Sorot mata mu itu seola-ola hanya dia yang kamu
liat, dia yang kamu inginkan. Padahal masih banyak cowo yang bisa kamu pandang
dan jauh lebih baik dari putra yang bisa kamu milikin.”nada
pelan dan berusaha menjelaskan”.
. iya april .”seraya berjalan sambil berbicara dan merangkul pundak april”.
. aku ingetin ya fit. Putra emang
pintar, baik dan sopan. Hampir semua cewe naksir ke dia,,, dan asal kamu tau
hampir semua cewe pun di PHP olehnya.”berbicara sambil
memandangku dengan espresi meyakinkan”.
. iya pril aku tau. Tapi,,, soal
ngePHPin itu nggak benar. Soalnya selama aku dekat sama putra dulu. Putra
pernah bilang kalau dia itu nggak ada maksud buat ngePHPin cewe-cewe yang kamu
maksud.”memberi penjelasan yang panjang dan bermaksud
agar april dapat mengerti”.
. trus apa dong??? Kalau bukan
ngePHPin???”memandangku sambil melepaskan rangkulanku
dari pundaknya”.
. ya nggak tau,,, abis dia malas
bahas soal cewe gitu,,,”bicara dengan nada pelan dan
bingung”.
. ok… ok …ok… semua terserah kamu
ya fit, yang jelas aku sudah ingetin kamu sebagai teman yang dekat sama kamu.”tersenyum J”.
. iya makasih banyak temanku “nada manja dan berusaha memeluk april”.
. mmm,,, mulai lebay nih. “membalas pelukan sambil tersenyum”.
Kamipun melangkah beriringan
sepanjang jalan hingga kami pun sampai di asrama.
---------------------Malam yang panjang,,, rrrrrrrrrzzzzzzzzzzzzzzrrrrrrrrrrrzzzzzzzzz------------
Pagipun menjelang,,,,
Kini aku telah berada di kelas.
Tak seperti biasanya,,,
Aku kali ini sendirian,,, karena
april lagi nggak masuk kampus. Dia sibuk dengan organisasinya diluar kampus…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
. lel???”sapaan
sisi ke leli yang berada tepat dihadapanku”.
. ya si. Ada apa???”menatap sisi sejenak dan kembali mengerjakan tugas”.
aku yang dari tadi memperhatikan mereka masih tetap mengamatinya dari
tempat duduk ku.
. ke kantin yuk.!!! Kerja
tugasnya, lanjut nanti saja…”membereskan buku leli”.
. mmm,,, iya deh. Tapi, ajakin
putra juga”nada manja”.
. ok, tenang aja.”espresi penuh dengan percaya diri”.
Aku yang dari tadi belum ngeliat
putra. Malah kepikiran dia,,, kenapa belum datang??? Kemana dia??? Apa telat
bangun lagi??? Atau apa??? Segala pertanyaan muncul lagi di fikiran ku. Hingga
akhirnya putra datang.
. Assalamualaikum…
Leli yang sedari tadi mencari
putra, kini telah berbalik memandangi putra yang berjalan menuju tempat duduk
yang biasa dia duduki.
aku tau,,, aku tak secantik, tak sepandai, dan
tak sesopan leli,,, ya itulah aku!!!...
Kini putra telah duduk,,, dengan
espresi dingin dan mencoba menemukan sesuatu. Dia sibuk memandangi setiap orang
yang berada di kelas. Aku yang sedang sibuk dengan tulisan ku,,, nggak sempat
memandangnya. Aku hanya mendengar suara dan langkah kakinya. Kuabaikan tatapan
ku,,, agar aku tak tersorok olehnya…
. putra ??? “suara teman yang duduk disampingnya, malah mengagetkannya”.
. ya,,, “wajah
tegang sambil menatap temannya”.
. santailah put,,, cari siapa
kamu???”berusaha menemukan pandangan putra”.
. ahhh enggak.”memalingkan pandangannya dari teman hingga dia menemukan yang
dia cari, dan dia memandangnya sekali-kali”.
Ku hentikan tulisaan ku,,, aku
menatap ke arahnya. “ohhh tidak,,, dia memandangku”.
Ku alihkan pandangan ku,,,”kaget, grogi, tubuh
bergetar seola-ola ada yang runtuh dari atas sana”. Hahaha lebay J
. putra,,, kekantin yuk???”nada mengajak”.
. kantin???
. iya,,, ayolah, kita nggak Cuma
berdua!!! Itu leli dari tadi nungguin kamu “sambil
nunjuk dan memandang leli”.
Putra yang memandangku,,, sekarang telah mengalihkan pandanggannya kini
memandang leli dan sisi. Merekapun beranjak dari tempat duduknya dan pergi
meninggalkan kelas ,,,
Masa bodoh dengan mereka,, ku
sibukkan diriku ini dengan cara melanjutkan tulisan dan membaca cerpen di kelas
sambil menunggu dosen…
Setelah dosen mengajar,,, aku
langsung keluar kelas. Aku tak pedulikan mereka yang masih sibuk dengan
beres-beres buku… BRUKK!!! Rasanya sakit,,, pundak ku
serasa sengaja di dorong dari belakang. Aku jatuh dan kini telah berada di
lantai,,,,
. kamu hati-hati dong kalau
jalan, itu mata ada 2, kaki ada 2. Kok memandang kayak sebelah mata dan
berjalan seakan mempunyai 1 kaki. “berbicara lantang
dengan espresi wajah marah sambil berusaha berdiri”.
. iya,,, sorry nggak sengaja!!!”ucapan lembut dan sopan”.
Suara yang tak asing,,, suara
yang selalu aku pengen dengar,,, suara yang telah lama aku rindukan. Kini aku
mendengarnya. Ucapan SORRY yang dulunya sering aku dengar. Kini pertama kalinya
aku dengar lagi. Apakah dia??? Akankah dia??? Aku beharap hanyalah dia…
ku pandang sosok yang berdiri di hadapan ku dan berusaha ingin membantu
ku,,, dia putra,,,
. iya,,, nggak papalah “aku berdiri dan beranjak pergi dari hadapannya”.
Putra yang kebingungan dan merasa
bersalah,,,, memperhatikan ku berdiri dan berjalan meninggalkan dia,,, matanya
yang memandangku sejak tadi memperhatikan setiap langkah kakiku yang semakin jauh
darinya… kini dia berbalik dan melangkah pergi…!!!
“aku
merasa tidak enak kepadanya, aku yang marah dengan suara lantang pasti telah
membuatnya kaget dan merasa bersalah. Aku bisa apa??? Aku panik,,, aku kaget,,,
tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku. Entahlah???....”. aku
hanya bisa diam dan menyalahkan diri sendiri. Andaikan aku tak marah dan
mengeluarkan kata-kata seperti itu,,, bodohnya aku!!!
Sekilas terbayang kenangan dulu,,,
Ketika putra melihat ku menangis,,, dia berusaha menenangkan perasaan
ku. Aku yang memang mudah meneteskan air mata,,, malah nggak peduli apa yang
dikatakan oleh putra. Rasanya sakit,,, sakit ketika apa yang kita harapkan
malah berbalik menjadi sia-sia. Putra,,, yah!!! Dia cowo yang selama ini bisa
menghiburku, dia mengerti aku. Ketika semua sedang bersorak dan tertawa di atas
kesedihanku. Hanya dia cowo yang bisa paham atas rasaku… berbagi cerita,
bercanda itu yang dia lakukan agar aku tersenyum dan merasa tenang…
Entah mengapa aku kefikiran
putra!!!
Tuk…tuk…tuk… handpone ku
berdiring. Seperti biasa ada message masuk ….
Aku yang dari tadi kepikiran
putra,,, malah mengambil handpone dan kubuka message tersebut. “ohhhh,,, ternyata dari dia”. Ada rasa takut dan
degdekan dalam diriku. Aku takut jika message itu malah berisikan teks yang
membuat putra semakin jauh,,, “ahhh,,,
lupakan, kok Fikiranku malah aneh gini”.
Ku baca setiap kata yang muncul
dalam messagenya itu dan kupahami…
Assalamualaikum fit ???
Sorry ya,,, soal tadi. Aku benar-benar tak
sengajah dorong kamu
Sorry,,,sorry,,sorry,,,…
Kata-kata yang sama,,, kata yang
selalu aku dengar dari mulutnya. Setiap dia merasa bersalah atau tidak dia
selalu mengucapkan kata Sorry. Sorry fit. Sorry,,,sorry,,,sorry… bahkan dia
mengucapkan itu sampai aku benar-benar bisa tenang.
Waalaikum salam…
Iya,,,
Nggak papa. Aku juga minta maaf soal lisan
ku yang kasar.
Ku kirim message itu dengan penuh
senyum di bibir ku. Aku berharap setelah ini dia bisa dekat lagi dengan ku, ku
harap dia bisa seperti dulu lagi…
Pagipun menjelang… kini aku telah meninggalkan asrama dan menuju ke
kampus.
Aku melihat putra yang duduk di
depan kelas bersama temannya. Aku ingin menyapanya,, tapi entah kenapa ada rasa
yang aneh. Seola-ola ada yang sedang bercerita tentang ku… kuputuskan masuk
kelas dan melupakan soal itu…
Putra yang ku pandang. Kini tak
memandangku,,, putra sibuk tertawa dan bercanda dengan temannya, tak sekalipun
matanya ke arahku. “tumben dia nggak memandangku,,, ada
apa??? Kenapa???”.
Aku merasa!!!keadaan ini tak sama lagi,,, tapi hati ini masih tetep
sama,,,rasa yang ku miliki untuknya semakin bertambah…!!!
Seperti kalimat yang satu ini,,,
“Ketika waktu berjalan, hari berganti,
musim berganti, tapi mengapa hati ini
tidak berganti??? Still the one and only…!!!”.
Akupun pulang dengan lesuh,
serasa tidak ada energy dalam diriku,,, kakiku lunglai saat melangkah,,, entah
apa yang aku rasakan!!! Aku hanya bisa terdiam, melamun,,, dan selalu merasa
sendiri.
Semenjak april jarang masuk kelas karena kesibukan organisasi,,, aku
tidak bisa curhat dengannya… aku SENDIRI !!!
Aku berfikir,,,Setiap aku
berusaha berada di dekat putra, selalu ada mata yang memandang. Begitupun
sebaliknya jika putra berada di dekatku.
Aku sempat marah dan tidak
terima kondisi ini,,, aku seakan panah yang menusuk sesuatu dan membuatnya terluka…
Aku
terdiam dan berfikir mengapa mereka risau, mengapa mereka ikut campur,
mengapa???
Rasa ini aku yang rasa, aku yang
menikmati, tetapi rasa ini membuat orang di sekitar kami bersorak dengan nada
yang tak ku suka!!! Aku bingung,,, kacau,,, serasa ingin teriakkkk !!!!
“aku mengambil handpone ku dan ku
kirim kan message ke putra”
. put??? “berharap segera di baca dan di balas”.
. iyaa… kenapa???
. ada yang perluh aku tanyakan.
Boleh???”rasaku yang nggak sabar tuk mengungkapkan
segala kekacauan dan kebingunan yang aku rasa”.
. iya,,, silakan???
…………….message
ku yang begitu panjang………….
. oh soal itu,,, abaikan lah….”nada santai”.
Tapi tetep aku tak suka,,,
Semenjak hari itu,,,aku dan putra
semakin jauh, sangat jauh, bahkan tak ada senyum dan sapaan lagi darinya.
Aku mungkin salah jika aku menyalahkan kita
yang mempunyai rasa ini.
Aku dan kamu menjadi ragu untuk bisa
seperti dulu lagi,
semua berubah dan kita menjadi kaku seperti
baru mengenal.
Aku benci suasana ini,,,
bahkan sangat benci,,,
dan jika aku juga membenci rasa ini
diciptakan untukmu,
apakah aku salah???
Ketika semuanya tak lagi sama,,,
aku tetap menikmati hidup ku, ku jalani dengan penuh kebahagiaan. Walau keadaan
ini tanpa ada kamu,,,
Setiap hari ku terdiam melihat mu
dan sering kucuri pandang terhadap mu, kutatap dirimu yang sedang berbicara,
tertawa bersama mereka, dan berharap kamu yang dulu dapat kembali lagi!!!
Ku ratapi atas apa yang aku
rasakan,,, dan kuucapkan dalam hati…
“Ya Rabb,,,
Lindungi hatiku dari segala yang
tiada halal bagiku…
Dan jangan biarkan aku mabuk
selain mabuk cinta pada-Mu.
Ku serahkan segalanya atas
kemauan-Mu. Ku ikuti alur yang telah engkau rangkai untuk ku…
Semua yang ku alami akan ku
nikmati, kupelajari dan kupahami agar hati ini paham atas segala yang telah
terjadi…
Sekali lagi ,,,Jarak kita
semakin jauh,,, semester berlalu begitu cepat,,,
Pada
akhirnya aku memutuskan untuk pindah dari kampus ini, menjauh dari kamu dan
kehidupan mu… meninggalkan segala rasa yang pernah ada diantara kita. Agar aku
dapat berfikir tak selamanya kita saling bersama tak selamanya kita sejalan,,,
ada saat dimana kita harus saling melepaskan entah itu??? Dalam menggapai
cita-cita atau bersanding dengan pasangan masing-masing…
Aku meninggal kan kampus,,, mengikuti arah dan kemauan
orang tuaku, yang menyuruh ku pindah dan tinggal bersama saudara dari mama yang
tinggal di kota bogor. Aku nurut atas apa yang kedua orang tua ku inginkan. Aku
ingin melihat keduanya Bahagia. Salah satu taatnya aku padanya ialah mengikuti
segala sesuatu yang beliau inginkan…
Pergi dari kehidupan yang telah ku rangkai begitu indah
bersama kamu,,, kini segalanya kulupakan, ku tinggalkan,, aku pergi dengan niat
untuk meraih apa yang masih tertunda dan tentang apa yang ingin ku wujudkan
dimasa depan nanti. Bersama kamu aku bahagia… tapi ketika Kesuksesan kita
raih,,, disitulah Cinta yang berkelas
datang dengan penuh kebahagiaan. Seperti kata pepatah,,,
“Sukses
mengundang Cinta yang berKelas”.
Lanjut,,,
Aku percaya,,,
Akan adanya jodoh,,, jika kita telah dilukiskan bersama. Akan ada saatnya
kita bersama walau jarak, prinsip, waktu yang membuat kita jauh,, aku tak perna
peduli…
Aku Cuma bisa menunggu,,,
Penantianku. Akan ku rangkai dengan cara memperbaiki diri dengan
sebaik-baiknya,,, mempersiapkan mental yang kuat untuk menghadapi begitu banyak
rasa yang ada di depan sana,,,
Dan aku sangat percaya. Rencana
yang ku buat dan ku susun rapi itu tak ada apa-apa dari rencana-Nya. Rencana
yang begitu indah telah tersusun untuk semua makhluknya,,,
Insya Allah. semua akan indah
pada waktunya…
TAMAT…